
BSIP Riau Gelar FGD Penerapan Standar Instrumen Pertanian pada Penangkaran Padi di Kab. Siak
BSIP Riau menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penerapan standar instrumen pertanian pada penangkaran padi di BPP Bungaraya, Kabupaten Siak, Selasa (24/9/2024). Kegiatan ini merupakan kerjasama Dinas PanganTanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau dengan BSIP Riau.
FGD dihadiri Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Siak, M. Sidik, S.Ag, M.Si, Kepala BSIP Riau Dr. Shannora Yuliasari, STP., MP dan tim, PBT UPT. PSBPTH Provinsi Riau, Penyuluh, POPT dan petani penangkar padi Kecamatan Bungaraya.
Kepala BSIP Riau dalam sambutannya menyampaikan sesuai dengan tupoksi, melalui kegiatan ini BSIP Riau akan mendampingi penangkar benih dalam penerapan SNI Indogap 8969 tahun 2021 tentang cara budidaya tanaman pangan dengan baik dan Kepmentan nomor 966 tahun 2022 tentang petunjuk teknis sertifikasi benih tanaman pangan.
Kepala Balai juga menjelaskan bahwa sebelum FGD tim BSIP Riau telah melakukan survey GAP Analisis pada petani penangkar untuk mengetahui seberapa jauh SNI Indogap ini diterapkan oleh petani penangkar dan melalui kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyiapkan Kabupaten Siak sebagai kawasan padi maju mandiri dan modern sebagai salah satu cluster Riau Bertani.
"Persiapan dari hulu ke hilir, kami di hulunya, mendampingi penerapan standar yang ada dalam penangkaran benih baik budidayanya maupun sertifikasinya" tambah Kepala Balai.
Pada kesempatan ini Kepala Balai jugà menyampaikan apresiasi pada Kabupaten Siak yang telah berhasil merealisasikan capaian program PAT Kementerian Pertanian Republik Indonesia paling tinggi se Provinsi Riau.
Sekretaris Dinas dalam sambutannya mengatakan FGD sangat diperlukan pada sebuah kegiatan untuk berdiskusi dan musyawarah mengetahui apa yang harus dilakukan, apa informasi permasalahan yang dihadapi di lapangan dan mencari solusinya. Selain pembinaan pada penangkar benih untuk menghasilkan benih yang terstandar diperlukan juga solusi untuk mengatasi permasalah air yang ada khususnya untuk daerah aliran sungai Siak yang membutuhkan benih yang toleran terhadap salinitas air asin. Selain itu Sekdis juga menyarankan untuk pengembangan benih padi gogo yang sangat potensi dikembangkan di Kabupaten Siak. Dengan FGD diharapkan kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan sesuai yang direncanakan.
Selanjutnya sesi diskusi dipandu oleh PBT BSIP Riau Rathi Frima Zona, SP., M.Sc dan Marsid Jahari, SP., M.Agr serta penjelasan tentang sertifikasi benih oleh PBT PSB TPH Provinsi Riau Susi Anita, SP.
"Roti bakar selainya sarikaya
Selai dibuat oleh pak Tedi
"BSIP Riau gelar FGD di Bungaraya
Terapkan standar pada penangkaran padi"